Kamis, 12 Agustus 2010
John Petrucci

John Petrucci (lahir di Kings Park, Long Island, New York, 12 Juli 1967; umur 42 tahun), adalah gitaris Amerika yang dikenal sebagai anggota pembentuk grup progresif metal Dream Theater. Dia juga seorang produser (bersama teman satu bandnya Mike Portnoy) dari semua album Dream Theater sejak rilis album Scenes From A Memory, pada tahun 1999.
Biografi
Petrucci besar di Long Island, tepatnya Kings park dimana Petrucci bersama John Myung dan Kevin Moore sekolah di tempat yang sama. Petrucci bermain gitar pertama kali pada saat berumur 8 tahun. Dan mulai bermain dengan sebuah band pada umur 12 tahun. Band dan gitaris yang mempengaruhi permainan gitarnya adalah Yngwie Malmsteen, Randy Rhoads, Iron Maiden, Stevie Ray Vaughn, Yes, Rush dsb. Karena saat itu sedang berkembang irama metal dan trash, Petrucci menambahkan pengaruhnya pada musik Metallica dan Queensryche.

Nama Asli : Edward Lodewijk Van Halen
Tempat/Tgl Lahir : Amsterdam / 26 Januari 1955
Gaya Permainan : Hard Rock
Group Band : Van Halen
Pengaruh musikal : Eric Clapton, Jimmy Page
Teknik Andalan : Two Handed Tapping, Whammy Bar
Gitar : Frankenstein, Peavey Wolfgang, Kramers, Ernie Ball/MusicMan, Charvel, Steinbergers, Ibanez Destroyer, Fender Stratocaster, dll.
Efek : Evantide H3000 Intelligent Harmoniser, 2x Roland SDE 3000 Stereo Delays, BOSS SD1 Super Overdrive, MXR Phase 90, Dunlop Cry Baby Wah-Wah, Boss OC2 Octave Divider, Peavey Delta Stomp
Ampli : Marshall 100watt Super Lead, Sylvania EL34, 1989 Soldano SLO-100, Peavey 5150
Sebelum era permainan gitar shredd dipopulerkan oleh Yngwie Malmsteen pada tahun 1984, 6 tahun sebelumnya Eddie Van Halen telah lebih dulu sukses menggemparkan dunia musik. Teknik two handed tapping atau yang biasa disebut tapping saja telah berhasil secara mutlak meracuni lebih dari separuh gitaris rock yang ada di Amerika. Bukan hanya teknik tapping saja, ia juga mempopulerkan gaya permainan gitar hard rock yang sangat berbeda dari kebanyakan gitaris rock yang cukup kental permainan bluesnya. Solo gitarnya di tembang Eruption yang terdapat dalam album debut grupnya Van Halen secara mengejutkan menjadi perbincangan utama gitaris-gitaris rock dimasa itu.
Eddie Van Halen atau biasa disebut dengan panggilan singkat EVH, merupakan seorang imigran dari Belanda. Ia dan keluarganya pindah ke Amerika sekitar tahun 60an. Awalnya lebih dulu mempelajari piano dan kemudian sedikit konsentrasi di drum. Sedangkan kakaknya, Alex Van Halen malah mempelajari gitar. Diam-diam mereka berdua saling mencuri kesempatan mempelajari instrumen yang bukan miliknya. Alex belajar drum, EVH belajar gitar. Ternyata malah keduanya sepakat bertukar alat musik. Jadilah kemudian EVH menekuni gitar. Pada saat mulai belajar gitar, ia cukup terpengaruh dengan permainan dari Eric Clapton dan Jimmy Page. Kemudian mereka membentuk band bernama Mammoth yang akhirnya berganti menjadi Van Halen dengan masuknya Michael Anthony pada bass, dan David Lee Roth pada vocal. Band ini terbentuk secara resmi tahun 1974.
Album Van Halen yang dirilis tahun 1978 berhasil menembus charts Billboard sampai posisi 15 dan berhasil terjual sebanyak 2 juta keping yang salah satu menjadi penyebabnya adalah solo gitar EVH di lagu instrumental, Eruption. Nama Eddie Van Halen langsung berkibar karena ia berhasil mempopulerkan teknik tapping. Meski kontribusi dari David Lee Roth sebagai vocalis yang atraktif dan fenomenal juga tak bisa dipandang sebelah mata, namun bisa dibilang nama EVH lebih menjual. Namanya menjadi perbincangan dan berkali-kali meraih penghargaan sebagai Guitarist of The Year oleh majalah-majalah.
Selain teknik tapping yang menjadi trademarknya, EVH juga dikenal dengan senyumnya yang selalu ia tampilkan dalam segala kondisi. Tak heran gitaris-gitaris muda di Amerika begitu menghormatinya. EVH kemudian membuat penampilan gitar Fender Stratocasternya menjadi berbeda. Body berwarna merah dengan garis-garis putih menjadi salah satu nilai jualnya.
Album berikutnya dimasa David Lee Roth menjadi vocalis yang dirilis adalah Van Halen II (1979) dan Woman and Children First (1980), Fair Warning (1981), Diver Down (1982), dan sebuah album yang merupakan salah satu album masterpiece dari Van Halen yaitu 1984 yang dirilis tahun 1984. Di album 1984, EVH menampilkan permainan keyboard yang menawan. Malahan masyarakat awam lebih mengenal suara dan permainan keyboardnya di lagu Jump ketimbang teknik-teknik gitarnya. Lagu Jump berhasil menjadi juara 1 di charts Billboard.
Pada tahun 1983, sebelum album 1984 dirilis. EVH sempat bekerjasama dengan King of Pop, Michael Jackson. EVH ikut serta dalam proyek album Thriller yang nantinya terjual lebih dari 20 juta copy. Ia memoles lagu yang berjudul Beat It menjadi sedikit berwarna rock dan dance. Tak lupa juga EVH menampilkan solo gitar dan teknik tappingnya yang merajalela di lagu tersebut. Munculnya EVH di lagu tersebut mendapat respon yang luar biasa dengan perolehan menduduki puncak charts Billboard selama berminggu-minggu.
Tahun 1986 Van Halen mengalami perubahan formasi dengan mundurnya David Lee Roth dan digantikan oleh Sammy Haggar. Meskipun begitu, EVH tetap mampu menampilkan permainan-permainan gitar terbaiknya. Album-album berikutnya seperti 5150 (1986), OU812 (1988), For Unlwaful Carnal Knowledge (1991), dan Balance (1995) masih cukup mampu memperpanjang nafas Van Halen dalam dunia rekaman. Tak lama kemudian kembali Van Halen berganti vocalis dengan masuknya Gary Cherone (ex Extreme). Van Halen semasa Gary Cherone oleh banyak pihak dianggap sebagai era terburuk dengan ditandai kurang suksesnya album Van Halen III (1998). Tahun 2001 EVH terkena kanker mulut, ia terpaksa absen selama sekitar 2 tahun untuk proses penyembuhan.

Nama Asli : Steven J. Morse
Tempat/Tgl Lahir : Hamilton, Ohio, USA / 28 Juli 1954
Gaya Permainan : Blues & Hard Rock
Group Band Sebelumnya : Kansas, The Plague, Dixie Grit, The Dregs,
Group Band sekarang : Deep Purple, Steve Morse Band
Pengaruh musikal : Deep Purple, Joe Perry, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Eric Clapton(Cream), George Harrison, Eric Johnson, Keith Richards
Gitar Yang Digunakan : custom (body telecaster, neck strat), Ernie Ball Steve Morse model
Ampli : Digitech 2101 , ADATs, Peavey combo amp, Crate combo amp, A Carvin Vintage head, Peavey Tube head, A Trace Elliot, Marshall, Ampeg V4. Neuman TLM 170, AKG 414, Shure (57 and beta 57), Shure condensor 81, Audio Technica,speaker JBL 120's, cabinet open back Carvin
PickUp : (Lima buah pada satu gitar) DiMarzio (neck to bridge): DP-205 Morse Signature, 20.5K, DP-108 Vintage, Single Coil, 6.0K, Proprietary Custom Wound, 5.5K, DP-200 Morse Signature, 9.6K
Band pertama Steve adalah The Plague(bersama kakaknya Dave), setelah remaja ia sekolah di Richmond Academy di Augusta, di sana lah Steve bertemu dengan Andy West(yang akhirnya menjadi bassist Dixie Dregs), pada akhir 60 an Dixie Grit terbentuk, dengan formasi yang di isi oleh orang-orang yang sangat berbakat yaitu Steve Morse pada gitar, Andy West pada bass, Johnny Carr pada keyboard, Frank Brittingham pada vokal/gitar and kakak steve mengisi posisi drummer. Pada awalnya Dixie Dregs sering memainkan lagu-lagu Led Zeppelin dan Cream.
Setelah Dixie Grit bubar, ada dua orang anggotanya yang masih ingin melanjutkan bermain musik, yaitu Steve Morse dan Andy West, saat itu hanya mereka yang tersisa(Dregs) dari band. Aleh karena itulah mereka menamakan diri mereka Dixie Dregs. Mereka terbentuk sekitar tahun 1971-1972
Setelah SMA(High School), steve morse (yang seringkali dihukum karena ia tidak ma memotong rambutnya) melanjutkan studinya ke University of Miami's School of Music, yang memiliki reputasi bagus dalam mencetak musisi amerika saat itu. Beberapa saat kemudian Andy West juga menyusulnya ke sekolah yang sama.
Di universitas tersebut, Steve memiliki proyek studi yang merupakan sebuah band bernama Rock Ensemble II, mereka seringkali tampil di kampus dan menjadi perhatian orang-orang saat itu. Steve sendiri mengikuti program jazz tradisional, dengan instrumen utamanya adalah gitar klasik. Pada masa kuliahnya ini Steve menjadi panutan dan sangat dikenal di kalangan mahasiswa sebagai seseorang yang pendiam, dengan rambut panjang yang pirang, selalu bermain dengan telecasternya yang ber neck Stratocaster, dan selalu memindahkan pick upnya saat memainkan lead gitar.
Setelah semua anggotanya selesai kuliah, Rock Ensemble II mengganti namanya menjadi Dixie Dregs. Gitar “hybrid†yang digunakan Steve pada masa kuliahnya tersebut adalah hasil rakitan tangan Steve sendiri. Ia merakit gitarnya yang terdiri dari body fender telecaster(ia membuat sendiri pick guardnya), neck Stratocaster, bridge tune-o-matic Gibson, tailpiece dari gitar senar 12, fret Gibson(jumbo) pada necknya, dan lima buah pick up! (Gibson humbucker, fender strat, telecaster, dimarzio custom made, dan pickup buatan 360 system) dan tiga switch. Steve sendiri pernah menamakan gitarnya sebagai frankestein telecaster.
Dixie dregs saat itu memiliki karakter ke arah fusion, blue grass, jazz, groovy funk, rock n roll. Selain membuat karyanya sendiri mereka juga memainkan lagu-lagu dari Mahavishnu Orchestra dan Allman Brothers band.
Setelah membuat beberapa album(1977- Free Fall, 1980 - What If), pada tahun 1981 karena alasan komersial Dixie dregs mengubah namanya menjadi “The Dregsâ€. Pada tahun tersebut lagu mereka Unsung Heroes menjadi nominasi Grammy Awards untuk kategori Best Instrumental Performance.
Pada tahun 1983 The Dregs berpisah dan masing2 personil mengerjakan berbagai proyeknya sendiri. Setelah itu Steve Morse lebih banyak menggunakan pen dari pada gitarnya, pada masa tersebut ia menulis sampai lebih dari 100 artikel dalam berbagai majalah mengenai gitar dan musik juga filosofinya.
Setelah cukup lama menulis, pada tahun 1984 Steve membentuk bandnya “Steve Morse Band†yang memiliki 3 orang personil(Steve M-Gitar, Jerry Peek-Bass, dan Doug Morgan-Drum), mereka mengeluarkan album pertamanya yang berjudul “The Introductionâ€. Pada masa-masa tersebut Steve juga bekerja sama dengan Albert Lee
Pada tahun yang sama Steve di rekrut menjadi gitaris di band Kansas, namun ia juga masih terus bekerja bersama Steve Morse Bandnya.Saat bekerja bersama Kansas, Steve Morse sempat berpindah jalur dari musik menjadi Pilot pesawat terbang komersil(saat itulah akhirnya ia memotong rambutnya menjadi pendek). Hal ini banyak di sebabkan karena kejenuhannya terhadap industri musik saat itu yang sangat menekan dan membatasi karya musisi itu sendiri. Namun saat itu ia tidak keluar dari Kansas, ia juga mengerjakann album Kansas yang berjudul “In the Spirit of Things†saat ia bekerja menjadi pilot.
Setelah berhenti menjadi pilot, ia kembali ke dunia musik dan ia memutuskan untuk keluar dari Kansas. Hal yang cukup berpengaruh pada kembalinya ia ke dunia musik adalah undangan untuk bergabung dengan Linyrd Skinyrd pada konser mereka di akhir 80’an. Saat itu ia menyadari bahwa bermain musik tidak seburuk yang dipikirkan sebelumnya.
Pada akhir 80’an, Steve Morse berkonsentrasi pada proyek-proyek solonya. Pada masa itu(masa di mana para monster gitar muncul : steve vai, Joe Satch, dan eric Johnson) . Saat itu Steve memenangkan Guitar Player Magazine’s Readers Poll untuk kategori Best Overall Guitarist untuk 5 tahun berturut-turut!
Pada tahun 1993 Deep Purple kehilangan gitarisnya Richie Blackmore dan setelah setahun mereka mengadakan tour bersama Joe Satriani sebagai gitaris, akhirnya pada tahun 1994 mereka merekrut Steve Morse sebagai gitaris tetap mereka berikutnya.
Setelah mengikuti beberapa rangkaian tour akhirnya pada tahun 1998 Steve Morse bersama Deep Purple mengeluarkan album “Purpendicularâ€, setelah itu mereka menjalankan rangkaian tour besar yaitu “Total Abandon Tour†pada tahun 1999.
Pada tahun 2000 Steve Morse mengeluarkan solo Albumnya yang berjudul Major Impact, yang berisi tribute untuk para pemain gitar dan band yang mempengaruhinya seperti John McLaughlin(Mahavishnu Orchestra), Alex Lifeson, Jimi Hendrix, Jeff Beck, Eric Clapton(Cream), George Harrson, Eric Johnson, Keith Richards, dll. Tahun 2002 Steve Morse Band mengeluarkan album yang berjudul “Split Decisionâ€. Pada tahun 2004 Steve Morse mengeluarkan “Major Impacts 2â€, yang juga berisikan tribute untuk band dan para gitaris yang mempengaruhinya seperti Joe Perry, Lynird Synyrd, The Yardbirds, Bach, Genesis, Cajun, ZZ Top, Deep Purlpe, Ted Nugent , dll.
MICHAEL ANGELO

“Gitaris ultra shredd……..”
Nama Lengkap: Michael Angelo Batio
Gitar : Dean Guitars
Pick : Dunlop Jazz 3’s in black
Senar : Ernie Balls
PickUp : DiMarzio, EMG, Seymour Duncan
Efek : Ibanez TS9 Tube Screamer, Boss Digital Delay, Boss OD 2
Ampli : Marshall JCM 800, 900, 2000, JMP 1 amps and pre amps & Mesa Boogie Dual Rectifier heads, 4×12 Marshall cabinets
Pengalaman Band : Nitro
Style Permainan : Shredd
Teknik Andalan : over-under technique, sweeping, left-right handed

“Gitaris ultra shredd……..”
Nama Lengkap: Michael Angelo Batio
Gitar : Dean Guitars
Pick : Dunlop Jazz 3’s in black
Senar : Ernie Balls
PickUp : DiMarzio, EMG, Seymour Duncan
Efek : Ibanez TS9 Tube Screamer, Boss Digital Delay, Boss OD 2
Ampli : Marshall JCM 800, 900, 2000, JMP 1 amps and pre amps & Mesa Boogie Dual Rectifier heads, 4×12 Marshall cabinets
Pengalaman Band : Nitro
Style Permainan : Shredd
Teknik Andalan : over-under technique, sweeping, left-right handed
RICHIE KOTZEN

“Dewa gitar yang sangat mahir memainkan teknik tapping dan legato”
Nama Lengkap: Richie Kotzen
Group Band Sebelumnya: Poison & Vertu,mr. big
Group Band Saat Ini: Mr.Big
Gitar: Fender Richie Kotzen Stratocaster, Telecaster & Ibanez
Tempat/Tgl Lahir: Sekitar tahun 1970 di Reading, Pennsylvania
Pengaruh: Jason Becker, Eddie Van Halen,
Keahlian: Tapping, Legato, Blues Vocal, dll.
JOE SATRIANI

“Steve Vai: selama Joe Satriani tetap berkarya, saya akan tak akan kehilangan inspirasi”
Nama Lengkap: Joe Satriani
Tempat/Tgl Lahir: 15 Juli 1956 di Westburry, New York, USA
Group Band Saat Ini: Joe Satriani
Group Band Sebelumnya: The Squares
Pengaruh: Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore
Gitar: Ibanez JS Series
Keahlian: Tapping, Alternate Picking, dll

“Steve Vai: selama Joe Satriani tetap berkarya, saya akan tak akan kehilangan inspirasi”
Nama Lengkap: Joe Satriani
Tempat/Tgl Lahir: 15 Juli 1956 di Westburry, New York, USA
Group Band Saat Ini: Joe Satriani
Group Band Sebelumnya: The Squares
Pengaruh: Jimi Hendrix, Ritchie Blackmore
Gitar: Ibanez JS Series
Keahlian: Tapping, Alternate Picking, dll
JASON BECKER

“Dewa gitar paling berbakat yang ditimpa musibah”
Nama Lengkap: Jason Becker
Group Band Sebelumnya: David Lee Roth & Cacophony
Gitar: Hurricane & Carvin.
Tempat/Tgl Lahir: 22 July
Pengaruh: W.A. Mozart, Marty Friedman, Eddie Van Halen, Bob Dylan, Andreas Segovia dan Niccolo Paganini.
Keahlian: Classical, Sweep Arpeggio, Japanese Scale, Blues, Whammy Bar, dll.
BUCKETHEAD

“Gitaris shredder yang memiliki jatidiri misterius”
Nama Asli : Brian Carroll
Tempat/Tgl Lahir : California, (tanggal lahir dirahasiakan)
Gaya Permainan : Rock, Shredd
Group Band Terdahulu : Deli Creeps, Cornbugs, Praxis, Cobra Strike, Buckethead (Solo), Primus (Ozzfest 1999), Giant Robot, Guns N’ Roses
Group Band sekarang : solo artis
Pengaruh musikal : Yngwie Malmsteen, Paul Gilbert, Shawn Lane, Bootsy Collins, Angus Young, Bill Laswell, Bernie Worrell, John Zorn
Teknik Andalan : Chicken Picking, Sweep
Gitar Yang Digunakan : Jackson Flying V, Steinberger GS, ESP MII, Gibson Chet Atkins, Ibanez X-Series Flying V, Takamine Acoustic, ‘59 Les Paul Custom, Gibson SG. ‘69, Gibson Les Paul Custom
Ampli : Peavey Reknown, misc. Marshall & Mesa Boogie heads, Matt Wells head, Harry Kolbe Cabinets
Efek : Roland SE 50, Rocktron Intellifex, Rockman, Zoom, Alesis Midiverb II, Wah Wah, Lexicon JamMan, Electro Harmonix Micro Synthesizer, Pro Co Rat, Digitech Whammy Pedal, Misc Toys
kalo yang ini 100 legenda gitar dunia gan,dari yang nongol duluan
100 - Nile Rodgers
99 - Steve Cropper
98 - Jeff Hanneman (Slayer)
97 - Deryck Whibley (Sum 41)
96 - Kelly Jones (Stereophonics)
95 - Tom Verlaine (Television)
94 - Paul Simon
93 - Richard Thompson
92 - Rivers Cuomo (Weezer)
91 - Marty Friedman (Megadeth)
90 - Peter Buck (REM)
89 - Walter Trout
88 - Johnny Ramone (Ramones)
87 - Mucky (Korn)
86 - Robbie Krieger (The Doors)
85 - Lee Gaze (Lost Prophets)
84 - Steve Howe (Yes)
83 - Lindsey Buckingham (Fleetwood Mac)
82 - Neil Young
81 - Dave Mustaine (Megadeth)
80 - Janick Gers (Iron Maiden)
79 - Tommy Emmanuel
78 - Steve Morse (Deep Purple)
77 - John McLaughlin
76 - Stuart Adamson (Big Country)
75 - Chet Atkins
74 - John Squire (Stone Roses)
73 - Django Reinhardt
72 - John Petrucci
71 - Eric Johnson
70 - Paul Gilbert
69 - Robert Fripp (King Crimson)
68 - Graham Coxon (Blur)
67 - Nuno Bettencourt
66 - Paul Weller
65 - John 5 (Marilyn Manson)
64 - Mike McCready (Pearl Jam)
63 - Head (Korn)
62 - Frank Zappa
61 - Mick Ronson (David Bowie)
60 - Paul Kossoff (Free)
59 - Robert Johnson
58 - Nick Drake
57 - Alex Lifeson (Rush)
56 - Peter Green
55 - Kerry King (Slayer)
54 - Adrian Smith (Iron Maiden)
53 - Daron Malakian (System Of A Down)
52 - Dave Grohl (Foo Fighters)
51 - Dave Baksh (Sum 41)
50 - Noel Gallagher (Oasis)
49 - Mike Einziger (Incubus)
48 - Billie Joe Armstrong (Green Day)
47 - Johnny Marr (The Smiths)
46 - James Dean Bradfield (Manic Street Preachers)
45 - Billy Corgan (Smashing Pumpkins)
44 - Steve Jones (Sex Pistols)
43 - Tom Delonge (Blink 182 / Box Car Racer)
42 - Rory Gallagher
41 - BB King
40 - Dimebag Darrell (Pantera)
39 - Joe Perry (Aerosmith)
38 - Hank Marvin (The Shadows)
37 - Wes Borland (Limp Bizkit / Eat The Day)
36 - Chuck Berry
35 - Jonny Greenwood (Radiohead)
34 - Yngwie Malmsteen
33 - Pete Townshend (The Who)
32 - Mick Thompson (Slipknot)
31 - The Edge (U2)
30 - Noodles (The Offspring)
29 - Matt Bellamy (Muse)
28 - Richie Sambora (Bon Jovi)
27 - Keith Richards (The Rolling Stones)
26 - John Frusciante (Red Hot Chili Peppers)
25 - Dave Murray (Iron Maiden)
24 - George Harrison (The Beatles)
23 - Ritchie Blackmore (Deep Purple / Rainbow)
22 - Tony Iommi (Black Sabbath)
21 - Randy Rhodes (Ozzy Osbourne)
20 - Angus Young (AC/DC)
19 - Stevie Ray Vaughan
18 - Jeff Beck
17 - Gary Moore
16 - Zakk Wylde (Black Label Society / Ozzy Osbourne)
15 - Mark Knopfler (Dire Straits)
14 - Kurt Cobain (Nirvana)
13 - Tom Morello (Rage Against The Machine)
12 - James Hetfield (Metallica)
11 - Carlos Santana
10 - Steve Vai
9 - Kirk Hammett (Metallica)
8 - Dave Gilmour (Pink Floyd)
7 - Eddie Van Halen (Van Halen)
6 - Joe Satriani
5 - Brian May (Queen)
4 - Slash (Guns N' Roses / Snakepit)
3 - Eric Clapton
2 - Jimmy Page (Led Zeppelin)
1 - Jimi Hendrix